Dalam Yohanes 14:23 terdapat kata “jika” dan kata “dan”. Jika orang mengasihi Yesus, ia akan menuruti firman-Nya, DAN sebagai hasilnya, Bapa akan mengasihi dia dan Bapa beserta dengan Anak-Nya akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Juga dalam 1 Yohanes, dikatakan bahwa apa saja yang kita minta, kita memperolehnya daripada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Juga dalam Ulangan, dikatakan bahwa kasih setia Allah ditunjukkan kepada orang-orang yang mengasihi Dia dan berpegang pada perintah-perintah-Nya. Jadi ada kaitan yang jelas antara kasih dan kebaikan Allah dengan melakukan kehendak-Nya. Dengan kata lain, janganlah kita berpikir bahwa tidak masalah bila kita tidak menaati Allah serta mengabaikan Firman dan perintah-Nya karena toh Allah sangat mengasihi kita. Jangan juga kita berpikir bahwa karena kita mengatakan kita mengasihi Allah, kita benar-benar mengasihi-Nya. Saya pikir, apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Allah atau tidak, terlihat dari jawaban kita atas pertanyaan sederhana ini: Apakah kita melakukan Firman-Nya, atau perintah-Nya, atau apa yang menyenangkan hati-Nya? Jika jawabannya ya, maka kita memang mengasihi Allah. Jika jawabannya tidak, maka kita tidak mengasihi Allah,Sesederhana itu.
Mengasihi Allah dan berpegang pada perintah-perintah-Nya, yakni Firman Allah, adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Yesus telah mengatakannya dengan jelas sekali. Orang yang mengasihi Dia adalah orang yang melakukan Firman-Nya dan orang yang tidak melakukan Firman-Nya tidak mengasihi Dia! Jadi arti dari mengasihi Allah, atau melakukan hukum yang utama, bukanlah duduk dengan hati gembira di bangku gereja setiap Minggu pagi.Arti Sesungguh nya Dari mengasihi Allah adalah Berusaha melakukan apa yang berkenan kepada-Nya,Apa yang menyenangkan Hati-Nya. Dan ini adalah sesuatu yang dapat kita lakukan setiap hari.Mengasihi Allah dan berpegang pada perintah-perintah-Nya, yakni Firman Allah, adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Yesus telah mengatakannya dengan jelas sekali. Orang yang mengasihi Dia adalah orang yang melakukan Firman-Nya dan orang yang tidak melakukan Firman-Nya tidak mengasihi Dia! Jadi arti dari mengasihi Allah, atau melakukan hukum yang utama, bukanlah duduk dengan hati gembira di bangku gereja setiap Minggu pagi.Ada beberapa kekeliruan yang terjadi dalam dunia Kekristenan pada zaman sekarang. Salah satu yang paling serius adalah gagasan bahwa Allah tidak peduli apakah kita mau melakukan perintah-perintah-Nya atau tidak, apakah kita mau melakukan kehendak-Nya atau tidak. Menurut ajaran yang keliru ini, yang terpenting bagi Allah adalah satu momen ketika kita memulai dalam “iman”. “Iman” dan “mengasihi Allah” telah dipisahkan dari hal-hal praktis dan hanya dianggap sebagai gagasan teoritis atau perasaan yang dapat hadir terpisah dari bagaimana seseorang menjalani hidupnya. Namun sesungguhnya, beriman itu artinya kita setia. Kita harus Menjadi sesuatu jika kita mempunyai iman. Kita harus menjadi orang yang setia! Dan orang yang setia ingin menyenangkan hati orang yang kepadanya ia setia, ingin melakukan kehendak-Nya, ingin melakukan perintah-perintah-Nya
Dalam Yohanes 14:23 terdapat kata “jika” dan kata “dan”. Jika orang mengasihi Yesus, ia akan menuruti firman-Nya, DAN sebagai hasilnya, Bapa akan mengasihi dia dan Bapa beserta dengan Anak-Nya akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Juga dalam 1 Yohanes, dikatakan bahwa apa saja yang kita minta, kita memperolehnya daripada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Juga dalam Ulangan, dikatakan bahwa kasih setia Allah ditunjukkan kepada orang-orang yang mengasihi Dia dan berpegang pada perintah-perintah-Nya. Jadi ada kaitan yang jelas antara kasih dan kebaikan Allah dengan melakukan kehendak-Nya. Dengan kata lain, janganlah kita berpikir bahwa tidak masalah bila kita tidak menaati Allah serta mengabaikan Firman dan perintah-Nya karena toh Allah sangat mengasihi kita. Jangan juga kita berpikir bahwa karena kita mengatakan kita mengasihi Allah, kita benar-benar mengasihi-Nya. Saya pikir, apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Allah atau tidak, terlihat dari jawaban kita atas pertanyaan sederhana ini: Apakah kita melakukan Firman-Nya, atau perintah-Nya, atau apa yang menyenangkan hati-Nya? Jika jawabannya ya, maka kita memang mengasihi Allah. Jika jawabannya tidak, maka kita tidak mengasihi Allah,Sesederhana itu.
Dalam Yohanes 14:23 terdapat kata “jika” dan kata “dan”. Jika orang mengasihi Yesus, ia akan menuruti firman-Nya, DAN sebagai hasilnya, Bapa akan mengasihi dia dan Bapa beserta dengan Anak-Nya akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Juga dalam 1 Yohanes, dikatakan bahwa apa saja yang kita minta, kita memperolehnya daripada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Juga dalam Ulangan, dikatakan bahwa kasih setia Allah ditunjukkan kepada orang-orang yang mengasihi Dia dan berpegang pada perintah-perintah-Nya. Jadi ada kaitan yang jelas antara kasih dan kebaikan Allah dengan melakukan kehendak-Nya. Dengan kata lain, janganlah kita berpikir bahwa tidak masalah bila kita tidak menaati Allah serta mengabaikan Firman dan perintah-Nya karena toh Allah sangat mengasihi kita. Jangan juga kita berpikir bahwa karena kita mengatakan kita mengasihi Allah, kita benar-benar mengasihi-Nya. Saya pikir, apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Allah atau tidak, terlihat dari jawaban kita atas pertanyaan sederhana ini: Apakah kita melakukan Firman-Nya, atau perintah-Nya, atau apa yang menyenangkan hati-Nya? Jika jawabannya ya, maka kita memang mengasihi Allah. Jika jawabannya tidak, maka kita tidak mengasihi Allah,Sesederhana itu.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar