Mengasihi Allah Dengan Segenap Hati Kita - Nama Nama penemu Teknologi

Breaking

Kenaikan Yesus Kristus

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 02 April 2018

Mengasihi Allah Dengan Segenap Hati Kita

Mengasihi Allah dan berpegang pada perintah-perintah-Nya, yakni Firman Allah, adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Yesus telah mengatakannya dengan jelas sekali. Orang yang mengasihi Dia adalah orang yang melakukan Firman-Nya dan orang yang tidak melakukan Firman-Nya tidak mengasihi Dia! Jadi arti dari mengasihi Allah, atau melakukan hukum yang utama, bukanlah duduk dengan hati gembira di bangku gereja setiap Minggu pagi.Arti Sesungguh nya Dari mengasihi Allah adalah Berusaha melakukan apa yang berkenan kepada-Nya,Apa yang menyenangkan Hati-Nya. Dan ini adalah sesuatu yang dapat kita lakukan setiap hari.Mengasihi Allah dan berpegang pada perintah-perintah-Nya, yakni Firman Allah, adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Yesus telah mengatakannya dengan jelas sekali. Orang yang mengasihi Dia adalah orang yang melakukan Firman-Nya dan orang yang tidak melakukan Firman-Nya tidak mengasihi Dia! Jadi arti dari mengasihi Allah, atau melakukan hukum yang utama, bukanlah duduk dengan hati gembira di bangku gereja setiap Minggu pagi.Ada beberapa kekeliruan yang terjadi dalam dunia Kekristenan pada zaman sekarang. Salah satu yang paling serius adalah gagasan bahwa Allah tidak peduli apakah kita mau melakukan perintah-perintah-Nya atau tidak, apakah kita mau melakukan kehendak-Nya atau tidak. Menurut ajaran yang keliru ini, yang terpenting bagi Allah adalah satu momen ketika kita memulai dalam “iman”. “Iman” dan “mengasihi Allah” telah dipisahkan dari hal-hal praktis dan hanya dianggap sebagai gagasan teoritis atau perasaan yang dapat hadir terpisah dari bagaimana seseorang menjalani hidupnya. Namun sesungguhnya, beriman itu artinya kita setia. Kita harus Menjadi  sesuatu jika kita mempunyai iman. Kita harus menjadi orang yang setia! Dan orang yang setia ingin menyenangkan hati orang yang kepadanya ia setia, ingin melakukan kehendak-Nya, ingin melakukan perintah-perintah-Nya

Dalam Yohanes 14:23 terdapat kata “jika” dan kata “dan”. Jika orang mengasihi Yesus, ia akan menuruti firman-Nya, DAN sebagai hasilnya, Bapa akan mengasihi dia dan Bapa beserta dengan Anak-Nya akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Juga dalam 1 Yohanes, dikatakan bahwa apa saja yang kita minta, kita memperolehnya daripada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Juga dalam Ulangan, dikatakan bahwa kasih setia Allah ditunjukkan kepada orang-orang yang mengasihi Dia dan berpegang pada perintah-perintah-Nya. Jadi ada kaitan yang jelas antara kasih dan kebaikan Allah dengan melakukan kehendak-Nya. Dengan kata lain, janganlah kita berpikir bahwa tidak masalah bila kita tidak menaati Allah serta mengabaikan Firman dan perintah-Nya karena toh Allah sangat mengasihi kita. Jangan juga kita berpikir bahwa karena kita mengatakan kita mengasihi Allah, kita benar-benar mengasihi-Nya. Saya pikir, apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Allah atau tidak, terlihat dari jawaban kita atas pertanyaan sederhana ini: Apakah kita melakukan Firman-Nya, atau perintah-Nya, atau apa yang menyenangkan hati-Nya? Jika jawabannya ya, maka kita memang mengasihi Allah. Jika jawabannya tidak, maka kita tidak mengasihi Allah,Sesederhana itu.



Kesimpulan

Mengasihi Allah dengan segenap hati adalah perintah yang paling utama. Tetapi mengasihi Allah bukanlah perasaan,
bukan sesuatu yang dilakukan ketika kita “merasa senang” tentang Allah. Mengasihi Allah sama artinya dengan melakukan apa yang Allah kehendaki! Bukan mengasihi Allah jika kita tidak mau menaati-Nya! Bukan beriman, jika kita tidak setia kepada-Nya! Iman bukan perasaan. Iman di dalam Allah dan Firman-Nya sama artinya dengan kita setia kepada Allah dan Firman-Nya. Janganlah kita memercayai ajaran yang keliru yang mencoba untuk memisahkan keduanya. Selain itu, kasih dan kebaikan Allah diberikan kepada mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang melakukan kehendak-Nya, yang melakukan apa yang berkenan kepada-Nya. Lebih jauh lagi, kita sudah belajar bahwa lebih baik untuk tetap melakukan kehendak Allah, bahkan ketika kita merasa tidak ingin melakukannya, daripada kita tidak taat kepada-Nya. Tetapi hal ini tidak membuat kita menjadi seperti robot yang tidak punya perasaan. Kita dapat (bahkan sebaiknya) selalu berbicara kepada Tuhan dan bertanya kepada-Nya apakah ada cara yang lain jikalau kita merasa kehendak-Nya itu terlalu sulit untuk kita lakukan dan kita harus menerima apa pun jawaban-Nya. Jikalau ada cara yang lain, Ia tentu akan memberikannya. Dia adalah Allah yang penuh kasih dan Bapa yang sangat baik dan pemurah kepada anak-anak-Nya. Namun, jikalau tidak ada cara yang lain, Dia akan memberi kepada kita kekuatan tatkala kita melakukan apa yang kita anggap terlalu sukar, sama seperti yang Ia lakukan kepada Yesus pada malam hari itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here